WhatsApp Image 2025-09-03 at 13.53.07

Bandar Lampung, 3 September 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional. Di tengah dunia yang sedang dihadapkan pada berbagai tantangan global—mulai dari krisis lingkungan, konflik bersenjata, ketimpangan ekonomi, hingga masalah kesehatan publik—kolaborasi lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak untuk melahirkan solusi yang adil dan berkelanjutan. Dalam konteks inilah, Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) ke-24 Tahun 2025 hadir sebagai forum bergengsi yang mempertemukan cendekiawan, praktisi, dan inovator dari berbagai belahan dunia.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7181 Tahun 2025, sebanyak lima dosen UIN Raden Intan Lampung resmi ditetapkan sebagai peserta Open Panel dalam AICIS+ 2025 yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya mencerminkan mutu keilmuan dan inovasi riset, tetapi juga menunjukkan komitmen UIN Raden Intan Lampung sebagai kampus hijau yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan sains serta menjawab isu-isu kontemporer.

AICIS+ 2025 akan diselenggarakan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, Jawa Barat, dengan dukungan penuh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Konferensi ini mengangkat tema besar tentang persinggungan ekoteologi, kemajuan teknologi, dan khazanah keilmuan Islam, dengan tujuan menginspirasi lahirnya gagasan transformatif yang mampu menjawab kompleksitas masa depan global yang dihadapi bersama.

Dalam keputusan tersebut, Ditjen Pendidikan Islam menegaskan bahwa peserta Open Panel wajib mempresentasikan karya ilmiah secara luring, menyerahkan full paper selambat-lambatnya 29 September 2025, serta berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara konferensi. Kementerian Agama RI juga memberikan dukungan akomodasi dan transportasi bagi peserta terpilih, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.

“Terpilihnya kami dalam forum AICIS+ ini merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab akademik untuk berkontribusi dalam diskursus global terkait Islam, sains, dan masyarakat. Semoga kesempatan ini bisa memperluas jejaring ilmiah sekaligus membawa nama baik institusi dan daerah,” ungkap Wahyu Iryana saat dikonfirmasi.

Adapun dosen SPI UIN Raden Intan Lampung yang lolos bernama Wahyu Iryana seorang sejarawan muslim.

Adapun judul paper yang ditulis Wahyu Iryana adalah
Reframing Islamic Historiography in Contemporary Geopolitics: Political Legitimacy and Resistance in Futūḥ al-Buldan and the Iran–Israel–U.S. Conflict.
Selain Wahyu ada juga dosen Prodi IPII juga lolos atas nama M. Bisri Mustofa
Rektor UIN Raden Intan Lampung menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. “Terpilihnya lima dosen UIN Raden Intan Lampung dalam forum internasional AICIS+ 2025 merupakan pengakuan atas kualitas akademik dan kontribusi nyata kampus kita. Prestasi ini juga membuktikan bahwa UIN Raden Intan Lampung mampu bersaing dalam percaturan ilmiah global dengan gagasan yang relevan dan solutif,” ujarnya.

Tidak hanya menorehkan prestasi bagi individu, capaian ini juga membawa nama baik institusi, sekaligus memperluas jejaring ilmiah internasional. Tema-tema yang diangkat oleh para dosen UIN Raden Intan Lampung beragam dan aktual, mulai dari kecerdasan buatan dalam resolusi konflik, harmoni identitas etnis dan agama, manajemen lingkungan berbasis teknologi pintar, prinsip ekoteologi Islam untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, hingga historiografi Islam dalam geopolitik kontemporer.

Keikutsertaan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi riset lintas universitas dan negara, sekaligus memperkuat posisi UIN Raden Intan Lampung sebagai kampus yang berkomitmen terhadap integrasi ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

UIN Raden Intan Lampung – Kampus Hijau, Bertumbuh Mendunia. 🌿🌏