Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (SPI) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) hadiri undangan bimbingan teknis kewirausahaan di di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Syariah Lt. 2. (16/04/26)
Dalam menghadapi perkembangan zaman di era digital serta tantangan pada peluang pekerjaan, pusat karya dan kewirausahaan UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan bimbingan teknis kewirausahaan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut pada 14-16 April 2026. Pada hari pertama, M.F Arya Negara. S,M. M,SI sebagai trainer OPPO sekaligus pemateri pertama yang membahas mengenai pemanfaatan cerdas media digital di era modern. Kemudahan dan kemajuan teknologi bukan hanya memberikan kemudahan akses informasi dan memperluas networking, tetapi teknologi juga memberikan dampak negatif yaitu seperti pencurian data dan insomnia.

Dalam penggunaan media sosial, kita harus ingat bahwa ada limit dalam penggunaannya agar tidak memberikan dampak negatif yang berlebihan. Media sosial apabila digunakan secara baik akan dapat menjadi bagian dari bahan promosi untuk produk-produk yang sekiranya ingin dipasarkan. Dalam pembuatan konten terdapat 5 step yang harus diperhatikan yaitu tentukan target audiens, pilih platform yang tepat, konten yang menarik, jadwal posting, dan evaluasi.
Kak tomi partner kak arya juga turut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai dunia marketing digital melalui media sosial. Melihat nilai jual suatu produk sangat diperlukan untuk membantu pengembangan ide dalam pembuatan konten, kemudian tingkatkan skill mengedit mulai dari yang termudah untuk secara perlahan melatih skill editing. Kak tomi juga memberikan informasi bahwa saat ini OPPO sedang melakukan program goes to campus, memberikan peluang kepada mahasiswa yang ingin meningkatkan skill kewirausahaannya dengan mengajak mahasiswa untuk bergabung bersama OPPO.

Pada hari kedua Kurniadi, S.Sos. dari PT Kalibrasi Kecakapan Indonesia sebagai pemateri kedua menyampaikan bahwa dalam berwirausaha, kita butuh melakukan reflektif melihat peluang untuk memulai usaha serta perlunya creative thinking dalam usaha menarik minat pelanggan terhadap produk yang dijual.
Dengan dilaksanakannya bimbingan teknis kewirausahaan ini, pusat karya dan kewirausahaan UIN RIL berharap mahasiswa tidak hanya menguasai materi di dalam kelas, namun juga diharapkan mahasiswa dapat mampu memanfaatkan kesempatan terkhusus dalam bidang kewirausahaan.
Reporter: Niken
