Selama tiga tahun terakhir, Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung secara konsisten mengembangkan integrasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ke dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Integrasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan PkM tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari implementasi capaian pembelajaran lulusan, penguatan kompetensi mahasiswa, serta pengembangan keilmuan Program Studi.
UPPS mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan menempatkan pengalaman belajar mahasiswa di masyarakat sebagai salah satu bentuk penguatan ketercapaian kompetensi. Kegiatan PkM yang melibatkan mahasiswa diarahkan agar mendukung pencapaian CPL dan CPMK yang dapat menghasilkan kompetensi lulusan sesuai dengan profil lulusan Program Studi SPI yaitu Sejarawan, Asisten Peneliti Sejarah, Pramuwisata, dan content creator Sejarah.
Praktik baik yang dilakukan UPPS antara lain Adalah Integrasi PkM dengan capaian pembelajaran dan mata kuliah. Hasil dan pengalaman kegiatan PkM dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran pada mata kuliah yang relevan. Contohnya Seperti; 1) Tahun 2022 hasil PkM yang dilakukan oleh Uswatun Hasanah, M.hum dan Nabilla, M.Od.I dengan judul Jaringan Ulama: Penyebaran dan Pembaharuan Pendidikan Islam di Nusantara menjadi bahan rujukan dan kajian pada mata kuliah Pemikiran Modern dalam Islam (SPMDI), 2)Tahun 2024, hasil PkM berjudul Islam dan konstitusi: Pemikiran PSII dalam konstituante, 1956-1959 digunakan sebagai bahan kajian mata kuliah Sejarah Islam Indonesia Abad XX (SII Abad XX), dan Sejarah Islam Modern. 3) Pada mata kuliah Sejarah Islam Pertengahan mengasilkan publikasi PkM Bersama mahasiswa tahun 2024 dengan judul Sejarah peradan Islam: Pra Islam hingga Tiga Kerajaan Besar Islam (Abad ke 7-19). Dosen mengintegrasikan permasalahan nyata yang ditemukan dalam kegiatan PkM ke dalam bahan ajar, studi kasus, diskusi, tugas proyek, maupun pembelajaran berbasis masalah. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman menghubungkan teori yang dipelajari dengan kebutuhan dan persoalan nyata di masyarakat.
Program Studi Sejarah peradaban Islam juga mendorong pelibatan mahasiswa dalam kegiatan PkM dosen melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti observasi lapangan, pendampingan masyarakat, pengumpulan data sejarah, dokumentasi budaya, penyusunan bahan edukasi, serta diseminasi hasil kegiatan. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan metode Sejarah dari proses menelusuran sumber, menggunakan sumber baik lisan, tulisan, maupun digital. sekaligus melatih analisis dan memperkuat keterampilan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, penelitian sederhana, dan penerapan keilmuan dalam masyarakat.
Kegiatan PkM juga diarahkan untuk pengembangan PkM berbasis kebutuhan Masyarakat dan permasalahan mitra, contohnya seperti; 1) tahun 2023, hasil PkM oleh Dr. Wahyu Iryana, Dr. Abd Rahman Hamid, dan Aan Budianto, S.Pd.MA pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dengan judul Perjuangan KH. Ahmad Hanifiah menghasilkan buku berjudul Biografi KH. Hanafiah yang kemudian dikembangkan untuk pengusulan gelar Pahlawan Nasional (PN) KH. Hanafiah. 2) PkM 2024 yang dilakukan oleh Prof.Dr. Safari Daud, m.Sos.I, Dr. Wahyu Iryana, Bersama mahasiswa Dimas Kurniawan tentang Optimasi komunikasi Strategis Pusat Studi Sejarah Islam Peradaban Islam kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA dengan mengahsilkan buku yang dapat digunakan sebagai bahan kajian pengembangan pusat Studi Islam pada Fakultas Adab. Dan juga dapat membantu Program Studi menyelaraskan materi ajar Pada Mata kuliah Pembelajaran Sejarah dengan kebutuhan Tingkat sekolah.
Berdasarkan hasil PkM yang telah dilaksanakan dari tahun 2022-2025 Pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam, menunjukkan adanya integrasi PkM dengan capaian pembelajaran dan mata kuliah. hasil PkM yang berkaitan dengan penguatan Sejarah tokoh dan kepahlawanan Islam daerah, Penguatan moderasi beragama dan sejarah lokal, pengembangan sejarah kota dan peradaban regional, Penguatasn sejarah Pesantren dan sejarah transformative, Internasionalisasi Sejarah Islam global.
Hasil identifikasi kebutuhan masyarakat kemudian menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pengembangan pembelajaran, tema penelitian, serta pengembangan kurikulum Program Studi dan bahan evaluasi terhadap relevansi materi pembelajaran dan ketercapaian kompetensi lulusan.
UPPS menerapkan prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam pengelolaan PkM dan pengembangannya ke dalam kurikulum.
Pada tahap Penetapan, UPPS menetapkan kebijakan, pedoman, standar, dan target PkM yang selaras dengan visi dan misi fakultas serta kebutuhan pengembangan Program Studi. Pada tahap Pelaksanaan, kegiatan PkM dilaksanakan berdasarkan proposal yang telah disusun dan melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra sesuai dengan bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat. Pada tahap Evaluasi, UPPS melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keterlaksanaan kegiatan, keterlibatan mahasiswa, relevansi kegiatan dengan bidang keilmuan, kepuasan mitra, serta luaran PkM.Pada tahap Pengendalian, hasil monitoring dan evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan, kesenjangan, dan aspek yang perlu diperbaiki. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan tindak lanjut oleh UPPS dan Program Studi.Pada tahap Peningkatan, UPPS melakukan penyempurnaan tema PkM, peningkatan kualitas kemitraan, peningkatan keterlibatan mahasiswa, penguatan luaran PkM, serta pemanfaatan hasil PkM sebagai sumber pembelajaran dan masukan bagi pengembangan kurikulum.
Bukti Konsistensi dalam Tiga Tahun Terakhir
Konsistensi perbaikan kualitas dapat ditunjukkan melalui adanya kesinambungan antara kegiatan PkM, hasil evaluasi, tindak lanjut, dan pengembangan Program Studi selama tiga tahun terakhir. Bukti yang dapat disajikan antara lain:
Tahun Praktik/Peningkatan Bukti yang Dapat Ditunjukkan
Tahun 1 Penguatan pelaksanaan PkM dan pelibatan mahasiswa Proposal, laporan PkM, SK/tugas, dokumentasi kegiatan, daftar peserta
Tahun 2 Peningkatan relevansi PkM dengan kebutuhan masyarakat dan bidang keilmuan Hasil monev, instrumen kepuasan mitra, laporan tindak lanjut, publikasi
Tahun 3 Penguatan integrasi hasil PkM ke dalam pembelajaran dan pengembangan kurikulum RPS, bahan ajar, tugas/proyek mahasiswa, kurikulum, laporan PkM, bukti diseminasi
Dengan demikian, praktik baik UPPS tidak berhenti pada pelaksanaan PkM, tetapi membentuk siklus peningkatan mutu yang berkelanjutan. Hasil PkM dimanfaatkan untuk memperkaya pembelajaran, pengalaman mahasiswa, pengembangan bahan ajar, penguatan kemitraan, dan penyempurnaan kurikulum. Sebaliknya, kebutuhan pembelajaran dan pengembangan keilmuan Program Studi menjadi dasar dalam menentukan tema PkM berikutnya.
Praktik tersebut menunjukkan adanya keterkaitan yang sistematis antara pendidikan, PkM, kebutuhan masyarakat, dan pengembangan Program Studi, sehingga PkM memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi lulusan.
