Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI)
1. Integrasi Sejarah – Keislaman – Lingkungan (Eco-Islamic History)
Prodi SPI mengembangkan kajian sejarah yang tidak hanya berbasis paradigma keislaman, tetapi juga terintegrasi dengan perspektif lingkungan.
Keunikan:
- Mengkaji hubungan Islam, manusia, dan lingkungan dalam lintasan sejarah
- Mengangkat tema seperti: sejarah lingkungan Islam, etika ekologis dalam tradisi Islam
- Relevan dengan isu global: krisis lingkungan dan sustainability
➡️ Jarang menjadi fokus utama pada prodi sejarah lain
2. Pendekatan Integratif-Multidisipliner
SPI tidak hanya menggunakan pendekatan sejarah klasik, tetapi menggabungkan:
- Sejarah + antropologi
- Sejarah + kajian Islam
- Sejarah + media & komunikasi
- Sejarah + pariwisata
Keunikan:
- Mahasiswa mampu melihat sejarah sebagai ilmu yang hidup dan aplikatif
- Mendukung visi sebagai rujukan nasional dan internasional
3. Orientasi Ganda: Akademik dan Industri
Tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga profesional.
Keunikan profil lulusan:
- Sejarawan
- Asisten peneliti
- Konten kreator sejarah digital
- Pramuwisata sejarah & religi
➡️ Kombinasi ini menjadikan SPI:
- Adaptif terhadap era digital
- Relevan dengan kebutuhan pasar kerja
4. Penguatan Sejarah Publik dan Digital
SPI menempatkan sejarah sebagai ilmu publik (public history).
Keunikan:
- Produksi konten sejarah digital (YouTube, podcast, media sosial)
- Sinema sejarah & storytelling
- Diseminasi sejarah kepada masyarakat luas
➡️ Tidak hanya “menulis sejarah”, tetapi menghidupkan sejarah
5. Basis Lokal Kuat dengan Perspektif Global
SPI mengintegrasikan:
- Sejarah Islam global
- Sejarah Indonesia
- Sejarah lokal (Lampung dan Melayu)
Keunikan:
- Menjadikan Lampung sebagai laboratorium sejarah Islam lokal
- Mengangkat sejarah daerah ke level nasional dan internasional
6. Penguatan Sumber Primer Multibahasa
Mahasiswa dibekali kemampuan akses sumber:
- Bahasa Arab (teks keislaman)
- Bahasa Belanda (arsip kolonial)
- Bahasa Inggris (literatur global)
Keunikan:
- Memungkinkan penelitian berbasis sumber primer otentik
- Meningkatkan kualitas riset mahasiswa
7. Integrasi Nilai Keislaman dalam Historiografi
SPI tidak hanya mengkaji sejarah Islam, tetapi juga:
- Mengembangkan historiografi berbasis nilai keislaman
- Mengedepankan etika, objektivitas, dan kemanusiaan
Keunikan:
- Menghasilkan ilmuwan muslim yang reflektif dan kritis
- Berbeda dari historiografi sekuler murni
8. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based & MBKM)
SPI menerapkan pembelajaran berbasis praktik:
Keunikan:
- Proyek terjemahan budaya
- Produksi konten sejarah
- Magang, PKL, KKN tematik sejarah
➡️ Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi menghasilkan karya nyata
“Program Studi Sejarah Peradaban Islam memiliki distingsi dalam pengembangan kajian sejarah yang integratif-multidisipliner berbasis paradigma keislaman dan lingkungan, dengan penguatan sejarah publik dan digital, serta orientasi pada profil lulusan akademik dan profesional yang adaptif terhadap kebutuhan global.”
