Lampung Mei 2026— Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Lampung. Wahyu Iryana berhasil meraih kemenangan dalam ajang Sayembara Penulisan Artikel Pemikiran Nazaruddin Umar yang diselenggarakan oleh Nazaruddin Umar Office (NUO) bekerja sama dengan ibihtafsir.id. Prestasi tersebut diraih melalui artikel berjudul “Gagasan Kebangsaan KH. Nazaruddin Umar” yang mengangkat pemikiran keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dari tokoh nasional tersebut.
Kompetisi tingkat nasional itu diikuti oleh akademisi, dosen, mahasiswa, penulis, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. Sayembara tersebut menjadi ruang intelektual untuk memperkuat tradisi literasi dan pengembangan pemikiran Islam moderat yang selama ini menjadi ciri khas pemikiran Nazaruddin Umar.
Keberhasilan Wahyu Iryana menjadi salah satu pemenang mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan akademik di Lampung. Selain dikenal sebagai dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Raden Intan Lampung, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan kelembagaan pendidikan Islam. Saat ini, Wahyu Iryana juga menjabat sebagai Direktur PPSIL sekaligus Sekretaris Kopertais XV Lampung.
Dalam artikelnya yang berjudul “Gagasan Kebangsaan KH. Nazaruddin Umar”, Wahyu Iryana membahas secara mendalam tentang pemikiran kebangsaan yang dibangun oleh Nazaruddin Umar dalam konteks keindonesiaan. Ia menjelaskan bahwa pemikiran Nazaruddin Umar menempatkan agama dan nasionalisme sebagai dua hal yang saling menguatkan, bukan untuk dipertentangkan.
Menurut Wahyu Iryana, KH. Nazaruddin Umar menghadirkan wajah Islam yang moderat, inklusif, dan humanis. Pemikiran tersebut menjadi sangat relevan bagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Dalam artikelnya, ia juga menyoroti bagaimana gagasan kebangsaan Nazaruddin Umar mampu menjadi jembatan dalam merawat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan politik.
Artikel tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai memiliki kedalaman analisis, kekuatan argumentasi, serta kemampuan dalam menghubungkan nilai-nilai Islam dengan realitas kebangsaan Indonesia masa kini. Selain itu, tulisan Wahyu Iryana dianggap mampu menghadirkan perspektif akademik yang tetap komunikatif dan mudah dipahami pembaca umum.
Ajang sayembara penulisan artikel ini sendiri menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi dan tradisi intelektual di kalangan masyarakat. Melalui kompetisi tersebut, para peserta diajak untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan besar yang lahir dari pemikiran KH. Nazaruddin Umar, khususnya dalam bidang moderasi beragama, toleransi, keadilan, dan kemanusiaan.
Bagi Wahyu Iryana, kemenangan tersebut bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk terus berkarya dalam dunia akademik dan literasi. Ia menilai bahwa tradisi menulis harus terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi agar kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat produksi gagasan dan peradaban.
“Menulis adalah bagian dari perjuangan intelektual. Gagasan-gagasan kebangsaan KH. Nazaruddin Umar sangat penting untuk terus disebarluaskan agar masyarakat memahami bahwa Islam dan kebangsaan adalah dua kekuatan yang saling memperkuat dalam membangun Indonesia,” ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda dan mahasiswa yang aktif dalam dunia literasi dan penelitian. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan pemikiran dan budaya intelektual masyarakatnya.

Prestasi yang diraih Wahyu Iryana menjadi bukti bahwa akademisi Lampung mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang kepenulisan dan pengembangan pemikiran Islam kontemporer. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi dunia akademik Lampung dalam mendorong lahirnya pemikiran Islam yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.
Sejumlah kolega dan civitas akademika turut menyampaikan ucapan selamat atas capaian tersebut. Mereka menilai kemenangan Wahyu Iryana dalam sayembara nasional ini menjadi inspirasi bagi para dosen muda dan mahasiswa untuk terus berkarya, menulis, serta berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa.
Dengan kemenangan tersebut, Wahyu Iryana tidak hanya membawa nama baik pribadi dan institusi tempatnya mengabdi, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi intelektual dan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi Islam terus tumbuh dan berkembang secara positif. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi lahirnya lebih banyak karya akademik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia keislaman Indonesia.

