Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (HMPS SPI) kembali melaksanakan diskusi bulanan. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 10 November 2025 di Ruang Sidang Fakultas Adab. (10/11/25)
Diskusi ini turut dihadiri Dr. Abd Rahman Hamid, selaku Ketua Prodi (Kaprodi) SPI, Aan Budianto, S. Pd., M. A., selaku sekretaris prodi SPI, Uswatun Hasanah, M.Hum., selaku narasumber, Agus Mahfudin Setiawan, M Hum., selaku dosen SPI, serta HMPS SPI dan sebagian mahasiswa prodi SPI.
Diskusi bulanan ini mengangkat tema Spirit Islam Pahlawan Lampung Wan Abdurrachman, beliau merupakan tokoh pahlawan Lampung dari Kotaagung.
Dibuka dengan opening speech yang disampaikan oleh Kaprodi SPI Dr. Abd Rahman Hamid, beliau menyampaikan tiga tujuan dari dilaksanakannya diskusi publik ini. Tujuannya yaitu untuk menghidupkan atmosfer kampus, meningkatkan pengetahuan sejarah, sekaligus sebagai wadah dalam membagikan hasil penelitian dari dosen-dosen.
Wan Abdurrachman merupakan tokoh pahlawan lokal Lampung, namun beliau juga memiliki komunikasi dengan tokoh-tokoh besar yaitu H.O.S Tjokoaminoto, Kartosoewirdjo, dan Soekarno.
Bentuk perjuangan W.A Rahman dihighlight melalui perannya dalam Sarekat Islam (SI), melalui SI beliau mengenalkan gagasan Nasionalisme, kemudian beliau juga belajar kepada Soekarno mengenai lagu kebangsaan Indonesia Raya yang turut beliau sebarkan ke pelosok Lampung.
W.A. Rahman mendalami gagasan dari Tjokroaminoto yaitu “Sosialisme Islam” yang berisi tiga poin utama kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan. W.A. Rahman semasa memimpin SI membawa persebaran hingga terdapat 15 cabang di Lampung.
Beliau terlibat dalam konstintuante mengusulkan tiga bentuk dasar negara, memperjuangkan ideologi sosialisme islam, berpidato pada sidang pleno, serta mengusulkan islam sebagai dasar negara.
Dengan berbagai bentuk perjuangan yang dilakukan oleh W.A. Rahman semasa menjadi aktivis dapat membawa persebaran nasionalisme hingga ke pelosok-pelosok Lampung yang turut diwarnai dengan nilai-nilai islam.
Hari Pahlawan Nasional bukan hanya sekedar momentum dalam mengenang perjuangan para pahlawan, namun juga sebagai alarm untuk senantiasa meneladani sikap-sikap maupun pemikiran para pahlawan Nasional maupun lokal.
Reporter: Niken
