Senin, 17 November 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi hari terakhir pelaksanaan Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL) mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab, UIN Raden Intan Lampung di Dinas Sosial Provinsi Lampung. Proses penarikan dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Agus Mahfudin Setiawan, M.Hum, yang mendampingi lima mahasiswa peserta PKL, yaitu Dimas Puja Kusuma, Jihan Nur Azizah, Gilang Kurniawan, Mutiara Agustina, dan Fariq Syah Putra.
Rombongan diterima oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial setelah sebelumnya melaksanakan PKL selama 1 Bulan di Seksi Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial. Dalam kesempatan tersebut, DPL menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf atas segala kekurangan mahasiswa selama menjalani PKL.
“Terima kasih kepada Bapak Kabid karena telah menerima mereka dengan baik. Saya selaku DPL memohon maaf apabila selama di sini para mahasiswa sering merepotkan. Mereka masih banyak belajar sebelum menjadi sarjana,” ujar pak Agus Mahfudin Setiawan.
Beliau juga menambahkan harapan agar mahasiswa yang berkompeten dapat membantu kegiatan di Dinas Sosial pada kesempatan berikutnya.
Pernyataan tersebut disambut hangat oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, bapak Fahmutami Damhuri, S.STP., M.A., yang menilai pengalaman satu bulan PKL merupakan proses penting bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja.
“Waktu satu bulan memang singkat, tetapi cukup untuk memahami dunia kerja. Apa yang baik silakan diambil, dan yang buruk ditinggalkan. Di Dayasos, khususnya Seksi Kepahlawanan, sangat sesuai bagi mahasiswa sejarah. Kami justru berterima kasih karena kalian banyak membantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kepahlawanan, bapak Yusuf Eddy Triyanto, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa Dinas Sosial selalu terbuka menerima mahasiswa PKL di tahun-tahun berikutnya.
“Silakan jika angkatan selanjutnya ingin PKL di sini, semoga saja tempat duduk dan tempat makannya cukup,” ujarnya sambil berkelakar, yang disambut tawa para mahasiswa. Candaan tersebut merujuk pada momen ketika salah satu mahasiswa, Dimas Puja Kusuma, memasak mie ayam sebagai bagian dari kegiatan perpisahan.
Acara penarikan ditutup dengan penyerahan bukti laporan PKL oleh mahasiswa kepada pihak Dinas Sosial Provinsi Lampung serta sesi foto bersama.
