Prodi SPI Gelar PkM di Pondok Pesantren Darussalam Natar Bahas Islam dan Konstitusi: Pemikiran PSII dalam Konstituante 1956–1959

Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 9 Mei 2024 di Pondok Pesantren Darussalam, Natar, Lampung Selatan. Kegiatan ini mengangkat tema “Islam dan Konstitusi: Pemikiran PSII dalam Konstituante, 1956–1959” sebagai upaya meningkatkan literasi sejarah politik Islam Indonesia di kalangan masyarakat pesantren. Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami dinamika perdebatan mengenai hubungan Islam dan negara dalam sidang Konstituante, khususnya melalui gagasan yang dikembangkan oleh Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).

Kegiatan PkM dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam yang terdiri atas Dr. Amirudin, M.Pd.I., Dr. Romlah, M.Pd.I., Dr. Abd. Rahman Hamid, Uswatun Hasanah, M.Hum., serta mahasiswa Nurul. Dalam penyampaian materi, para narasumber menjelaskan latar belakang pembentukan Konstituante hasil Pemilu 1955, posisi PSII dalam perdebatan penyusunan konstitusi, serta berbagai gagasan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh PSII mengenai hubungan antara nilai-nilai Islam, demokrasi, dan kehidupan bernegara. Materi disampaikan dengan pendekatan historis sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan pemikiran politik Islam pada masa demokrasi parlementer.

Kegiatan ini disambut baik oleh Ustad Sabki selaku pengelola Pondok Pesantren Darussalam Natar. Dalam sambutannya, Ustad Sabki menyampaikan apresiasi kepada tim dosen Prodi SPI yang telah menghadirkan kajian sejarah politik Islam kepada kalangan santri. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah konstitusi Indonesia dan pemikiran para tokoh Islam sangat penting untuk membangun wawasan kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, sehingga generasi muda mampu memahami perjalanan bangsa secara lebih utuh dan proporsional.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan melibatkan para santri dan dewan asatidz Pondok Pesantren Darussalam. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai peran organisasi politik Islam dalam pembentukan negara Indonesia, dinamika sidang Konstituante, serta relevansi pemikiran para tokoh PSII terhadap kehidupan demokrasi Indonesia saat ini. Tim dosen juga menekankan pentingnya mengkaji sejarah politik secara objektif dengan memanfaatkan sumber-sumber primer dan hasil penelitian akademik agar masyarakat memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai peristiwa sejarah nasional.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendiseminasikan hasil kajian sejarah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah politik Islam, menumbuhkan budaya berpikir kritis di kalangan santri, serta mempererat kerja sama antara perguruan tinggi dan pondok pesantren dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.