Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 13 Mei 2024 di Pondok Pesantren Al Ihya, Kalirejo, Lampung Tengah. Kegiatan ini mengangkat tema “Renarrating the Islamisation of the Malay-Indonesian Archipelago in 13th–19th Centuries” yang bertujuan untuk memperkenalkan perspektif historiografi terbaru mengenai proses Islamisasi di kawasan Kepulauan Melayu-Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa penyebaran Islam di Nusantara merupakan proses yang kompleks, berlangsung secara damai, dan melibatkan jaringan ulama, perdagangan, pendidikan, serta interaksi budaya selama berabad-abad.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam, yaitu Dr. Safari, S.Ag., M.Sos.I., Dr. Muhammad Afif Amrulloh, M.Pd.I., Dr. Wahyu Iryana, M.Hum., Aan Budianto, S.Pd., M.A., serta mahasiswa Sasya Dilla. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa narasi mengenai Islamisasi di Nusantara perlu terus dikaji ulang berdasarkan perkembangan penelitian sejarah, temuan arkeologis, manuskrip, serta sumber-sumber primer lainnya. Pendekatan renarrating atau penulisan ulang sejarah menjadi penting agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika penyebaran Islam di kawasan Melayu-Indonesia pada abad ke-13 hingga abad ke-19.
Kegiatan yang diikuti oleh pengasuh pondok pesantren, dewan asatidz, santri, serta masyarakat sekitar berlangsung secara interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam sesi diskusi, khususnya ketika membahas peran jaringan ulama, hubungan antara pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah dan Nusantara, serta kontribusi pesantren dalam menjaga kesinambungan tradisi intelektual Islam. Narasumber juga menekankan pentingnya membaca sejarah secara kritis dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah sehingga pemahaman terhadap sejarah Islam tidak hanya didasarkan pada satu sudut pandang.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pondok pesantren dalam pengembangan kajian sejarah peradaban Islam. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan turut berpartisipasi dalam pendampingan diskusi dan dokumentasi akademik sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas diseminasi hasil penelitian dosen kepada masyarakat sekaligus meningkatkan budaya literasi sejarah di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kajian-kajian sejarah Islam yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkaya wawasan peserta mengenai proses Islamisasi di Kepulauan Melayu-Indonesia, memperkuat tradisi akademik di lingkungan pesantren, serta mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan kajian sejarah peradaban Islam di Indonesia.
