Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu mahasiswi SPI, Reisya Aulia Khabiba, berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Sejarah Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh STAI Syekh Jangkung, Pati, Jawa Tengah, dalam rangka peringatan satu dekade kampus tersebut.
Kompetisi ini mengangkat tema “Sejarah dan Kebudayaan Lokal” dengan tujuan meningkatkan minat mahasiswa terhadap sejarah sebagai bagian penting dalam pembentukan identitas bangsa, sekaligus melatih kemampuan analisis, penelitian, dan penulisan ilmiah mahasiswa.
Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mengikuti tahapan seleksi mulai dari pengumpulan karya tulis, penilaian dewan juri, hingga penetapan pemenang pada 17 Februari 2026. Penilaian mencakup aspek originalitas, metodologi penelitian, teknik penulisan ilmiah, serta substansi materi yang diangkat dalam karya tulis.
Dalam pengumuman resmi panitia, Reisya Aulia Khabiba dari UIN Raden Intan Lampung ditetapkan sebagai peraih Juara II. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi Sejarah Peradaban Islam, karena menunjukkan kualitas akademik mahasiswa dalam bidang penelitian sejarah dan kebudayaan. Prestasi tersebut juga mencerminkan komitmen mahasiswa SPI dalam mengembangkan tradisi akademik, khususnya penulisan karya ilmiah sejarah berbasis penelitian yang sistematis dan kritis.
Ketua Prodi Program Studi Sejarah Peradaban Islam Dr. Abd Rahman Hamid menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam ajang ilmiah tingkat nasional. Partisipasi dalam lomba karya tulis ilmiah tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan kemampuan riset, literasi sejarah, dan kontribusi akademik bagi masyarakat luas.
Ke depan, Prodi SPI UIN Raden Intan Lampung berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa aktif dalam kegiatan akademik, penelitian, serta kompetisi ilmiah sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Prestasi yang diraih Reisya diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menulis, dan menghadirkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu sejarah dan peradaban Islam.

