WhatsApp Image 2025-10-27 at 16.20.57

Bandar Lampung, 27 Oktober 2025. Dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melalui UPTD Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” menggelar Seminar Kajian Koleksi Masterpiece Museum Negeri Provinsi Lampung Tahun 2025. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pemerhati budaya yang memberikan pandangan mendalam tentang koleksi unggulan museum sebagai jejak penting perjalanan peradaban Lampung.

Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah Agus Mahfudin Setiawan, M.Hum, dosen Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan Lampung sekaligus pegiat sejarah dan budaya Lampung. Dalam paparannya yang berjudul “Prasasti Dadak/Sumberhadi: Jejak Tertulis Masa Hindu–Buddha di Lampung,” ia menjelaskan bahwa prasasti tersebut menjadi bukti tertulis penting mengenai kehidupan masyarakat Lampung pada masa pengaruh Hindu–Buddha.
“Prasasti bukan hanya batu bertulis, tetapi cermin perjalanan peradaban yang merekam nilai, sistem sosial, dan keagamaan masyarakat masa lalu,” ujarnya. Agus Mahfudin juga menekankan pentingnya pelestarian  sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.

Selain itu, narasumber lainnya, Kian Amboro, M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro, menyampaikan materi tentang koleksi nekara dan perunggu sebagai peninggalan masa perundagian. Ia menguraikan bahwa benda-benda logam tersebut tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi pada masa prasejarah, tetapi juga mencerminkan nilai estetika, spiritualitas, dan sistem sosial masyarakat Lampung kuno.
“Nekara dan perunggu merupakan simbol prestise dan status sosial, sekaligus saksi perkembangan budaya logam di Nusantara,” jelasnya.

Sementara itu, I Made Giri Gunadi, S.S., M.Si. dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Lampung, membahas koleksi naskah Ingok Perjanjian Kita yang diakui sebagai bagian dari ingatan kolektif nasional. Ia menekankan pentingnya naskah tersebut sebagai warisan intelektual masyarakat Lampung yang memuat nilai-nilai kebersamaan, keadilan, dan kesepakatan sosial.
“Melalui naskah ini, kita belajar bagaimana masyarakat Lampung membangun harmoni sosial dan politik sejak masa lampau,” ujar Giri Gunadi.

Kegiatan yang berlangsung di Bioskop Sanak Lampung Museum Negeri Provinsi Lampung ini dihadiri oleh akademis, DPD IPMI Provinsi Lampung dan mahasiswa dari Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan Lampung, Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro, Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Lampung dan Pendidikan Sejarah UNILA. Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal dan mencintai warisan sejarah Lampung, sekaligus menjadikan museum sebagai ruang refleksi, edukasi, dan inspirasi bagi generasi muda.