Bandarlampung – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan. Salah satu dosennya, Uswatun Hasanah, M.Hum., berhasil lolos dalam Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Tahap II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu–Lampung.
Informasi ini diumumkan melalui akun resmi media sosial BPK Wilayah VII pada 31 Oktober 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Adab, khususnya Prodi Sejarah Peradaban Islam, dalam berperan aktif memajukan kebudayaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Program FPK sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui BPK yang memberikan fasilitasi dana hibah non-komersial kepada individu, komunitas budaya, maupun lembaga yang bergerak di bidang pelestarian kebudayaan. Program ini tidak ditujukan untuk pembangunan fisik, melainkan mendukung kegiatan berbasis budaya yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder).
Adapun tujuan dari program FPK antara lain untuk:
1. Melestarikan warisan budaya, termasuk 10 Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya;
2. Mendorong kreativitas dan inovasi dalam bidang seni dan budaya;
3. Meningkatkan kapasitas pelestari budaya dalam pengelolaan serta pengembangan kegiatan kebudayaan.

Dalam ajang hibah ini, Uswatun Hasanah mengajukan program dengan skema kegiatan “Dokumentasi Karya Budaya” berjudul: “Melintasi Batas Waktu: Digitalisasi Cagar Budaya Nasional di Lampung Melalui Media Video Tour untuk Aksesibilitas dan Inklusi Edukasi Warisan Budaya.”
Melalui program tersebut, Uswatun berupaya menghadirkan inovasi dalam pelestarian dan edukasi budaya Lampung berbasis teknologi digital. Ia memanfaatkan media video tour sebagai sarana inklusif agar warisan budaya dapat diakses luas oleh masyarakat, pelajar, dan peneliti.
Uswatun Hasanah juga dikenal sebagai akademisi yang konsisten melakukan riset sejarah (litapdimas) dan menjalin kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah serta komunitas budaya di Lampung.
Dekan Fakultas Adab, Dr. Ahmad Bukhori Muslim, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat mendukung berbagai upaya positif yang berkontribusi dan berdampak luas bagi masyarakat. Para dosen dan mahasiswa kami dorong untuk tidak hanya mengandalkan pendanaan dari kampus, tetapi juga aktif menggandeng berbagai pihak agar terus produktif dan inovatif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Dr. Abd Rahman Hamid, menilai keberhasilan ini menjadi dorongan besar bagi sivitas akademika SPI.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami sebagai Prodi yang masih muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan. Kami akan terus mendukung dosen, mahasiswa, dan alumni agar aktif dalam riset dan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan capaian ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab semakin mempertegas perannya sebagai pusat pengkajian sejarah dan kebudayaan yang berorientasi pada kemanfaatan publik serta pelestarian warisan budaya Lampung dan Indonesia.

