Menyambut terbitnya buku karya Dr. Abd Rahman Hamid, Dosen Sejaran dan sekaligus Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung, maka Program Studi S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Sumatera Utara berkerja sama dengan Penerbit Pustaka Larasan, Bali menggelar peluncuran buku “Historia Magistra Vitae: Merawat Bangsa Mengajarkan Sejarah” secara daring hari ini, Senin 11 Maret 2026.
Acara ini dibuka oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si., dengan menghadirkan tiga pembahas: Prof. Dr. Budi Agustono, MS. (Universitas Sumatera Utara), Dr. Teuku Kemal Fasya (Universitas Malukussaleh, Aceh) dan Indah Wahyu Puji Utami, Ph.D. (Universitas Negeri Malang), dengan moderator: Lestari Dara Cinta Utami Ginting, S.S., M.A. (Dosen Sejarah USU).

Setelah sukses menerbitkan buku “Makassar Mendunia” tahun lalu oleh Pustaka Larasan dan didiskusikan pada lima kampus besar di Tanah Air: Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, tahun ini lulusan Program Doktor Ilmu Sejarah Universitas Indonesia ini kembali menyuguhkan buah pikirannya secara apik dalam buku ini.
Buku ini menjadi satu kontribusi penting Hamid dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Buku ini menghadirkan berbagai pengalaman hidup berbangsa dan bernegara secara kritis dan reflektif terkait dengan perjuangan kaum muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, kepahlawanan, wacana kemaritiman, dinamika kebudayaan, dan mozaik sejarah Indonesia.
Menurut Hamid, belajar sejarah memang tentang masa lalu, tetapi sejatinya diperuntukan bagi masa kini dan masa depan. Sejarah menyimpan pengalaman yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengarungi kehidupan, sebagaimana ungkapan “Historia magistra vitae” (Sejarah adalah Guru Kehidupan) dari Marcus Tullius Cicero (106-43 SM).
Melalui buku ini, pembaca diajak menyelami secara reflektif dan kritis berbagai pengalaman hidup bangsa dengan harapan menumbuhkan kesadaran, menyalakan inspirais, dan menyuburkan semangat kebangsaan.
“Bahwa tidak kejadian tanpa sebab (masa lalu); karena itu sejarah merupakan sumber inspirasi kehidupan kita ke depan”, kata Hamid.
Inisiator peluncuran buku ini datang dari Guru Besar Sejarah Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Budi Agustono, MS., yang disambut baik oleh penulis buku dan Nakhoda Pustaka Larasan, Bung Slamat Trisila.
Acara ini berlangsung lancar dan sukses yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan penggiat sejarah dari berbagai universitas/istansi dan daerah di Indonesia.

