Memperingati Hari Sumpah Pemuda Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (HMPS SPI) adakan diskusi bedah buku “Revolusi Indonesia dan Lahirnya Dunia Modern” karya David Van Reybrouck sekaligus sebagai program kerja bulanan Prodi SPI. (28/10/2025)
Diskusi ini diselenggarakan di Ruang Sidang Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).
Acara ini dihadiri oleh Dr. Abd Rahman Hamid, selaku Ketua Prodi (Kaprodi) SPI, Aan Budianto, S. Pd., M. A., selaku sekretaris prodi SPI, Dra. Siti Masykuroh, M.Sos.I., dan Agus Mahfudin Setiawan, M Hum., selaku dosen SPI, serta HMPS SPI dan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) dan sebagian mahasiswa prodi SPI.

Acara ini dibuka dengan opening speech yang disampaikan oleh sekertaris prodi SPI Aan Budianto, S. Pd., M. A., sebagai pengantar menuju pembahasan inti dari diskusi ini.
Buku berjudul Revolusi Indonesia dan Lahirnya Dunia Modern karya David Van Reybrouck dipilih karena buku ini memberikan perspektif baru dalam penulisan sejarah revolusi Indonesia.
Dalam buku ini David Van Reybrouck mengatakan bahwa revolusi Indonesia bukan hanya urusan Indonesia dan belanda, tetapi turut memberikan dampak dinamika global terhadap negara-negara lain di dunia.
Revolusi Indonesia lahir karena adanya dorongan pengaruh dimensi kondisi global dan dimensi dalam negeri Indonesia, revolusi Indonesia dapat dilihat lebih dari satu dimensi.
Gaya penulisan temporal yang dipakai dalam penulisan buku sejarah ini dari masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) hingga Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, menarasikan kondisi masa lalu (historical travelling), kemudian menggunakan metode westerling di Mandar awal 1947.
Revolusi Indonesia terjadi setelah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, meskipun Indonesia menjadi negara baru yang merdeka namun kemudian Indonesia bisa menjadi pelopor dilaksanakannya KAA 1955 yang diadakan di Bandung. Dengan diadakannya konferensi ini kemudian menciptakan kebangkitan negara-negara lain terkhususnya kawasan Asia-Afrika.
Buku ini turut membahas peran dari pergerakan para kaum pemuda pemudi Indonesia dalam menciptakan revolusi Indonesia. Semangat yang dimiliki kaum muda dalam menciptakan revolusi memiliki moto perjuangan “Merdeka atau Mati”.
Penulis buku Van Reyboruck membawa pembaca melintasi waktu serta membangun dialog antara masa lalu dengan masa sekarang, penulis mampu mengajak pembaca merasa hidup pada masa yang dibahas.
Reporter: Niken
