Bandar Lampung, 15 September 2025 – Agus Mahfudin Setiawan, M.Hum., dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Raden Intan Lampung, berhasil lolos sebagai penerima Hibah Riset Dana Indonesiana Tahun 2025. Pengumuman resmi disampaikan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui surat bernomor 1898/A1/Dana_Indonesiana/2025 tertanggal 27 Agustus 2025.
Seleksi hibah ini dimulai sejak Juli 2025 dengan proses ketat, meliputi pengunggahan proposal, penyusunan portofolio kegiatan kebudayaan, serta melampirkan rekomendasi kelayakan dari berbagai lembaga, mulai dari instansi pemerintah, lembaga riset, hingga Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII.
Agus Mahfudin Setiawan, yang dikenal sebagai pegiat sejarah dan kebudayaan Islam Lampung, lolos dalam skema Pengusul Perorangan kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif. Riset yang diajukan bertajuk “Dokumenter Transformasi Bandar Lampung: Sejarah Publik tentang Jaringan Transportasi dan Pendidikan Multiagama.”
Dalam keterangannya, Agus menjelaskan bahwa Bandar Lampung memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan strategis di Selat Sunda sejak abad ke-16. Dari pusat perdagangan lada hingga kolonisasi Belanda di awal abad ke-20, kota ini berkembang sebagai ruang pertemuan etnis, agama, dan budaya. Masuknya komunitas Jawa, Sunda, Bali, Tionghoa, Arab, hingga Bugis membentuk mosaik sosial yang multikultural. “Sayangnya, narasi sejarah kota ini masih minim terdokumentasi dalam media yang bisa diakses publik, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Melalui dokumenter ini, Agus berupaya menghadirkan sejarah publik dengan pendekatan visual yang komunikatif. Film dokumenter dianggap sebagai medium strategis untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan ruang publik. “Sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi menjadi dasar merancang masa depan yang lebih baik. Bandar Lampung adalah cermin bagaimana keragaman dapat menjadi kekuatan budaya yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dr. Abd Rahman Hamid, selaku kaprodi Sejarah Peradaban Islam mengapresiasi capaian Agus Mahfudin Setiawan. “Hal itu sangat penting untuk terus menajamkan bidang keahlian periset melalui riset-riset sesuai dengan bidang keahliannya,” tambah Kaprodi.

Program Dana Indonesiana sendiri merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan RI yang bertujuan mendukung pemajuan kebudayaan nasional. Hibah ini dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Abadi Kebudayaan sebesar Rp5 triliun. Pada tahun 2025, program ini membuka 11 kategori pendanaan, di antaranya Penciptaan Karya Kreatif Inovatif, Sinema Indonesia, Dokumentasi Pengetahuan Maestro, Kajian Cagar Budaya, hingga Sustainable Cultural Heritage.
Keberhasilan Agus Mahfudin Setiawan menorehkan prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan UIN Raden Intan Lampung, tetapi juga memperkaya khazanah kebudayaan Lampung melalui karya dokumenter sejarah publik yang inklusif dan berorientasi masa depan.
