Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) berlangsung pada 18 November 2022 di Dusun 1, Kampung Balerejo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan yang mengangkat tema “Integrasi Tradisi Literasi Keagamaan (Yasinan) dalam Terciptanya Budaya Kerukunan Masyarakat” ini dilaksanakan oleh Aan Budianto, S.Pd., M.A. selaku dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan Muhammad Bisri Mustofa, M.I.Kom. selaku dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), dengan melibatkan mahasiswa N. Hidayat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 30 warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebersamaan melalui tradisi keagamaan yang telah lama berkembang di masyarakat.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua RT 1 Dusun 1 Kampung Balerejo, Sidik, yang turut hadir dan memberikan sambutan kepada peserta. Dalam kesempatan tersebut, Sidik menyampaikan bahwa tradisi yasinan memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat karena menjadi wadah berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat persaudaraan antarwarga. Menurutnya, keberadaan kegiatan pengabdian yang mengangkat tradisi lokal keagamaan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan lingkungan.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Ustad Jaini sebagai tokoh keagamaan setempat yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya mempertahankan tradisi literasi keagamaan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Dalam pemaparannya, Ustad Jaini menjelaskan bahwa pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga menjadi media pembelajaran keagamaan yang mampu menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong. Tradisi tersebut dinilai mampu menjadi sarana efektif dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai Islam yang damai dan moderat.
Melalui kegiatan PkM ini, tim dosen SPI dan IPII menegaskan bahwa tradisi yasinan merupakan bentuk literasi keagamaan yang memiliki kontribusi nyata dalam membangun budaya kerukunan masyarakat. Kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga secara langsung ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana ritual, tetapi juga sebagai media pendidikan sosial yang memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi literasi keagamaan sebagai fondasi terciptanya kehidupan yang harmonis, rukun, dan berkelanjutan.
