WhatsApp Image 2025-12-18 at 10.19.36

Program Studi (Prodi) Sejarah Peradaban Islam (SPI) adakan pameran poster arsip dan cagar budaya di lorong lantai 1 Fakultas Adab. (Kamis, 18/12/25)

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut, yakni pada 15-18 Desember 2025. Pemeran ini merupakan hasil tugas akhir mata kuliah Budaya Nusantara, Sejarah Indonesia Pra-Islam, dan Bahasa Sumber sebagai implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE).

Kegiatan dibuka pada tanggal 15 Desember 2025 melalui diskusi bulanan yang disampaikan oleh Aan Budianto S. Pd., M A., selaku narasumber sekaligus sekretaris prodi SPI. Dengan mengusung tema “130 Tahun Kolonialisasi dan 75 Tahun Transmigrasi: Refleksi Historis dan Kebhinekaan”.

Pada hari kedua, kembali diadakan Seminar Sarasehan dan Launching Video Tour bertema Melintasi Cagar Budaya Nasional di Lampung melalui Media Video Tour untuk Aksesibilitas dan Inklusi Edukasi Warisan Budaya. Seminar ini diketuai oleh Uswatun Hasanah, M. Hum. yang merupakan salah satu penerima hibah Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Tahap II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu–Lampung.

Seminar Sarasehan dan Launching Video Tour tersebut turut dihadiri oleh Deni Ardiansyah yang mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu–Lampung, Dr. H. Ahmad Bukhari Muslim, Lc., M.A., selaku Dekan Fakultas Adab, Uswatun Hasanah, M. Hum., selaku ketua pelaksana, I Made Giri Gunandi, SS., M.Si., selaku narasumber I, Dr. Abd Rahman Hamid, selaku narasumber II sekaligus ketua Prodi SPI, Agus Mahfudin Setiawan, M. Hum., Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) SPI, dan seluruh mahasiswa SPI.

Melalui pameran poster ini, mahasiswa Prodi SPI tidak hanya dituntut untuk memahami arsip dan cagar budaya secara teoritis, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi media visual yang informatif dan komunikatif. Poster-poster yang ditampilkan memuat beragam tema, mulai dari arsip, makna dari arsitektur Gedung Dalom suku Lampung Sai Batin, hingga cagar budaya di Lampung, yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran historis serta kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya di kalangan sivitas akademika.

Secara keseluruhan, kegiatan pameran poster arsip dan cagar budaya ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual sekaligus ajang apresiasi terhadap karya mahasiswa. Prodi SPI berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik, keterampilan riset, dan publikasi sejarah, serta mendorong peran aktif mahasiswa dalam merawat ingatan kolektif dan kebhinekaan budaya Indonesia.

Reporter: Niken