Dalam rangka menambah wawasan pengetahuan sejarah, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sejarah Peradaban Islam (SPI) menghadiri seminar kajian permuseuman 2025 yang dilaksanakan oleh Meseum Ketransmigrasian Lampung. Seminar dengan tema “Mata Pencaharian Masyarakat Kolonialisasi-Transmigrasi” dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025 di Ruang Seminar Museum Ketransmigrasian Lampung. (04/12/25)
Diskusi ini mengundang Dr. Abd Rahman Hamid dan Kian Amboro, S.Pd.,M.Pd., sebagai narasumber, kemudian turut dihadiri oleh mahasiswa Prodi Sejarah dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari beberapa kampus sekitar.
Seminar diawali oleh penyampaian dari narasumber pertama Dr. Abd Rahman Hamid dengan menyampaikan pembahasan mengenai Emigrasi Pertanian Jaya di Lampung. Beliau membahas mengenai awal mula perpindahan masyarakat Jawa ke Lampung, dalam materinya mengangkat judul besar yaitu mengenai lahirnya politik etis, periodisasi sejarah emigrasi, promosi emigrasi pertanian, imigrasi dan irigasi, dan emigrasi dalam sejarah Indonesia .
Menurutnya alasan banyaknya masyarakat suku jawa di Lampung disebabkan oleh kolonialisasi, emigrasi, dan transmigrasi. Hal-Hal tersebut terjadi karena faktor telah padat dan meluapnya penduduk yang ada di Tanah Jawa, kepadatan penduduk tersebut menyebabkan pemerintah maupun masyarakat mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan perpindahan penduduk.
Narasumber kedua, Kian Amboro, S.Pd., M.Pd., kemudian menyampaikan materi mengenai Koleksi Mata Pencaharian Hidup. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa berbagai alat yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari hingga sekarang sebenarnya telah dikenal sejak masa awal transmigrasi masyarakat suku Jawa. Alat-alat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penunjang aktivitas harian, tetapi juga menjadi jejak budaya yang menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dan membangun kehidupan baru di daerah tujuan.
Alat tradisional yang ada seperti sugu besi, gergaji doss, meteran gulung, gergaji mal, dan gergaji belah merupakan alat sehari-hari yang digunakan masyarakat jawa di Lampung yang hingga saat ini beberapa alat masih dapat kita temui dengan kondisi fisik yang sudah mengalami penyesuaian dan modernisasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai sejarah pergerakan penduduk dan dinamika kehidupan masyarakat suku jawa yang ada di Lampung. Seminar ini diharapkan dapat menumbuhkan minat kajian sejarah serta memperkuat apresiasi terhadap peran museum sebagai penjaga warisan budaya.
Reporter: Niken
