Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung Terakreditasi Baik


Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung telah melaksanakan Asesment Lapangan (AL) 17-18 Desember 2021. Alhamdulillah terakreditasi BAIK. Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku sejak tanggal 28 – Desember – 2021 sampai dengan 28 – Desember – 2026.
Ketua Prodi SPI periode 2022-2026 Wahyu Iryana mengatakan, mahasiswa tak perlu ragu lagi untuk berkuliah di Prodi SPI Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung. Karena pihak prodi dan seluruh staekholder UIN Raden Intan Lampung bahu membahu mempriyoritaskan kemajuan akademik kampus.
“Ini suatu poin penting bagi kita untuk saling mendorong memajukan Prodi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab ini,” kata Ketua Prodi yang biasa disapa Pak Wayan oleh Mahasiswanya.


Wahyu menyebutkan, Prodi SPI Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung sudah mendapat akreditasi Baik dari BAN-PT dengan penelitian ketat 9 standar. Selain itu, ditopang pula dengan kualifikasi keilmuan dosen-dosennya yang mumpuni dan kompeten di bidangnya.
Hal itu tidak terlepas dari dosen-dosen tetap prodi Prodi SPI Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung merupakan lulusan-lulusan Universitas Negeri terkemuka di Indonesia.
“Kita sebut saja, Aan Budianto, S. Pd., M. A, beliau merupakan alumni dari S2 Ilmu Sejarah UGM. Begitu juga dengan Dr. Abd Rahman Hamid, beliau menamatkan studinya pada program doktoral Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Selanjutnya, Uswatun Hasanah, S. P., M. Hum menyandang Magister dari UIN Raden Fatah. Ada juga Agus Mahfudin, M. Hum dimana S1 dan S2 menempuh studi SPI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta,” sebut Wahyu yang merupakan alumnus doktor Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran.
Prodi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab memang banyak peluang kerja menanti seperti menjadi Sejarawan, guru SKI di MTS atau MA, PNS, Asisten Peneliti, Penulis Novel/Buku, Birokrat, Dewan, Jurnalis, Penulis Scenario Film.


Menurut Siti Masyukoh (ketua prodi 2018-2022) mengatakan, jika diselami bahwa sejarah menyimpan banyak pelajaran berharga untuk kehidupan. Dengan belajar sejarah manusia lebih mampu berpikir bijaksana dan rasional, baik dan buruk, benar dan salah. Karena sebegitu pentingnya, muncul ungkapan-ungkapan bahwa sejarah adalah obor kehidupan; Historia Vitae Magistra (sejarah adalah guru kehidupan). Tidak ada ilmu yang tidak mengandung cerita-cerita sejarahnya, sekalipun itu ilmu eksakta.
“Karena itu, tidak salah bila saya mengklaim bahwa sejarah adalah mother of science setelah filsafat ilmu,” kata Ketua Prodi Sejarah Pedadaban Islam periode pertama ini.
Terkait peluang kerja, pada dasarnya lulusan mahasiswa pendidikan sejarah lebih diarahkan untuk menjadi pengajar sejarah. Namun selain menjadi pengajar, bisa juga bekerja sebagai editor buku pada sebuah penerbitan, penulis, guide tempat-tempat wisata, peneliti atau menjadi pegawai dinas-dinas terkait.


“Dengan demikian, janganlah berkecil hati menyandang status sebagai mahasiswa Sejarah Peradaban Islam. Nyatanya banyak peluang atau kesempatan bagi kalian dalam lingkup pekerjaan. Peluang kerja tidak sesempit yang kalian bayangkan sebelumnya,” tutur ABD Rahman Hamid di hadapan mahasiswa.
Banyak momentum acara yang sudah dilakukan Prodi SPI Webinar Internasional Diaspora Melayu, Seminar Haji dalam lintas Sejarah, Seminar Sejarah Transmigrasi, Penelusuran Jejak sejarah di Wilayah Lampung, Kunjungan Pesantren, Bedah Buku Momi Kyosyutu, produksi film sejarah dan masih banyak acara lainnya. Hal itu sebagai upaya menguatkan kecintaan terhadap Prodi SPI kepada para mahasiswaanya dan untuk terus mengenalkan budaya dan sejarah kepada seluruh stakeholder. Menurut ketua Prodi penting mengeratkan silaturahim agar budaya kekeluargaan selalu tumbuh diantara dosen prodi SPI Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung.” (Wayan.red.)