Mahasiswa SPI UIN Raden Intan Lakukan Kunjungan Religi di Beberapa Situs Bersejarah Lampung


Bandar Lampung – Pada hari kamis 28 mei 2022, Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung melakukan kunjungan religi . Sebagai obyek kunjungan diantaranya makam Kh Gholib, Makam Raden Intan, Makam Ratu Darah Putih, Makam Tubagus Yahya dan Makam Tubagus Sangrah.

Sebelum melakukan kunjungan, Agus Mahfudin Setiawan, M.Hum sebagai dosen pengampu matakuliah arkeologi, memberikan arahan sebelum memulai kunjungan dan memberikan masukan untuk mempermudah dalam mengenali corak makam makam islam. Studi Lapangan Arkeologi, merupakan kegiatan yang menjadi tahap akhir pertemuan. Dengan adanya studi lapangan tersebut mahasiswa diharapkan mengetahui kerja-kerja dasar arkeologi serta membangun hubungan emosional antar mahasiswa dengan warga kaisar.

Mahasiswa SPI yang mengikuti kunjungan ini, berjumlah 16 orang, ialah Aryono, Aripin, Bagas Pradana, Syahril Ramadhan, Elda Haris, kiki widia sari, Fani izah, A. Yuda ath thoriq, Husein Ismae, Rijal, Tri Kartika, Indah Parwati, Riska Iriana Putri, Yelvi Mai tano saputri, Nurma sapitri, dan Siti Maftuhatus Shofiyah.

Pada hari ini, para mahasiswa dibagi dua agenda, agenda pertama ditugaskan untuk berdoa didepan makam. agenda kedua ditugaskan untuk mencari informasi kepada masyarakat dan juru kunci yang menjaga makam tersebut, lalu mengambil foto makam dan menganalisis ragam hias juga inskripsi dari makam.

Dalam kegiatan kunjungan kali ini, telah menemukan jenis-jenis nisan yang bercorak kaligrafi, dan ada nisan yang ditutupi oleh kain kafan. dan membuat para mahasiswa terkagum yaitu adanya makam yang tertimpah oleh pohon lalu pohon tersebut dibaluti kain kapan agar tidak tumbuh tunas yaitu makam tubagus sangrah yang berada di tepi pantai

“Saya sangat antusias sebagai mahasiswa yang berjurusan Sejarah Peradaban Islam.. Karena eksplorasi kali ini telah membuka wawasan saya terkait banyaknya hal yang tidak saya ketahui tentang Arkeologi Islam yaitu tentang makam itu sendiri. Harapan saya kegiatan ini bisa terus ada dan bisa menjadi kawan-kawan lainnya tertarik untuk dijadikan tulisan akhir yaitu skripsi.,” kata salah satu mahasiswa SPI, Elda haris.

Agus Mahfudin setiawan berharap tentu saja, agar semua mahasiswa yang ikut kunjungan ini bisa mengetahui para ulama-ulama yang berjuang menyebarkan Islam dan memahami metode arkeologi, tahapan-tahapannya, mulai dari teknik pengumpulan data, analisis sampai ke penulisan laporan dan terakhir membuat tulisan, Yang telah kita pelajari di dalam kelas.

“Dari kegiatan lapangan ini diharapkan juga mahasiswa bisa membedakan mana makam kuna dan makam baru. Perubahan-perubahan apa saja yang terjadi, penambahan material atau pengrusakan” katanya.